Pages

Subscribe:

Minggu, 19 Mei 2013

REPRODUKSI WANITA

                                                        BAB I PEMBAHASAN
A.    PERKEMBANGAN PADA SISTEM REPRODUKSI WANITA
Perempuan memiliki kromosom seks dengan konfigurasi XX. Selama fase embrionik,sel-sel yang  berkembang menjadi sistem reproduksi akan mengalami deferensiasi.sistem reproduksi laki-laki dan  perempuan berkembang dari jaringan gonad yang sama dan potensial untuk berkembang  menjadi genitalia laki-laki atau perempuan.pertama-tama sistem duktus mullerian dan sistem duktus wolffian tidak dapat dibedakan.Sistem ini berkembang menjadi gonad, duktus dari gonad menjadi genitalia eksternal dan kalenjar seks sekunder.Diferensiasi  embrio menjadi laki-laki atau perempuan dipengaruhi konfigurasi genetik dan hormone-hormon.Pada akhir minggu ke 12 dari kehamilan,jenis kelamin janin sudah dapat di tentukan secara visual.Pada embrio perempuan,struktur-struktur internal (uterus, tuba valopi, vagina) berkembang dari sistem duktus mullerian, sedangkan duktus wolffian mengalami regresi.

Aliran Psikologi Analitik

                                                                         BAB II
                                                                 PENDAHULUAN
2.1 Sejarah Aliran Psikoanalitik
Aliran ini pertama kali muncul pada sekitar abad 19, yang dipelopori oleh Sigmund Freud (1856-1939) ketika dia sedang menangani seorang pasien Neorotik atau pasien yang mempunyai ciri mudah cemas, disebabkan oleh konplik yang terjadi pada saat seoarng masih amat kecil, kemudian direpresi/ditekan (didorong masuk dari kesadaran ke alam tak sadar) seorang tokoh yang mungkin lebih tepat dikatakan sebgai pencetus psikodinamik. Namun demikian konsep pemikirannya tentang ketidak sadaran telah banyak meng-ilhami para ahli psikologi Analisis yang hidup setelahnya. Freud adalah seoarang psikiatris yang menaruh perhatian besar pada pengertian dan pengobatan gangguan mental. ia sedikit sekali menaruh minat terhadap problem-problem tradisional Psikologi Akademis seperti; Sensasi, Persepsi, Berfikir dan Kecerdasan karena itu ia mengabaikan problem kecerdasan dan mengrahkan usahanya untuk memahami dan menerangkan apa yang diistilahkannya sebagai ketidak sadaran.

ANTROPOLOGI dan SOSIOLOGI “ Fenomena-Fenomena Kebudayaan masyarakat ”

                                                               BAB II
                                                        PEMBAHASAN

2.1 Sawan, Penyakit Aneh pada Anak-anak

Sawan (bahasa Jawa) atau saben (bahasa Madura) adalah gejala aneh yang menyerang anak kecil di Jawa dan Madura. Anak yang terkena sawan, biasanya akan menangis rewel bahkan suhu tubuhnya meningkat dari normal. Penyakit ini dipercaya disebabkan oleh perilaku si ibu yang menyusui anaknya. Misal karena si ibu makan kambing, maka ketika si anak rewel dan panas, maka orang-orang tua disekitar langsung ‘mendiagnosa’ sebagai terkana sawan kambing.

Kamis, 16 Mei 2013

MAKALAH KONSEP DASAR KEPERAWATAN “ Teori Dorothea Elizabeth Orem ”

                                                              BAB II
                                                      PEMBAHASAN

2.1 Latar Belakang Dorothe Orem
Dorothe Orem adalah salah satu teoritis keperawatan terkemuka di Amerika, Dorothe Orem Lahir di Baltimore, Maryland pada tahun 1914, Ia memperoleh gelar sarjana keperawatan pada tahu 1939 dan master keperawatn pada tahun 1945, selama kariernya, dia berkerja sebagai staf keperawatan, perawat pribadi, perawat pendidik, perawat administrasid, dan, perawat konsultan. Ia menerima gelar Doktor pada tahun 1976, Dorothe Orem adalah anggota subkomite kurikulum di Universitas katolik, ia mengukur kebutuhan untuk melanjutkan perkembangan konseptualisasi keperawatan, ia pertama kali mempublikasikan ide-idenya dalam “keperawatan : Konsep praktik”, pada tahun 1971. Yang kedua pada tahun 1980, dan yang terakhir pada tahun 1995.