Pages

Subscribe:

Minggu, 19 Mei 2013

ANTROPOLOGI dan SOSIOLOGI “ Fenomena-Fenomena Kebudayaan masyarakat ”

                                                               BAB II
                                                        PEMBAHASAN

2.1 Sawan, Penyakit Aneh pada Anak-anak

Sawan (bahasa Jawa) atau saben (bahasa Madura) adalah gejala aneh yang menyerang anak kecil di Jawa dan Madura. Anak yang terkena sawan, biasanya akan menangis rewel bahkan suhu tubuhnya meningkat dari normal. Penyakit ini dipercaya disebabkan oleh perilaku si ibu yang menyusui anaknya. Misal karena si ibu makan kambing, maka ketika si anak rewel dan panas, maka orang-orang tua disekitar langsung ‘mendiagnosa’ sebagai terkana sawan kambing.

Ada banyak jenis tergantung dari penyebabnya. Sawan yang paling unik adalah sawan manten, yaitu ketika seorang ibu dan anaknya yang masih balita menghadiri sebuah resepsi pernikahan. Saat pulang, si anak mulai mengalami gejala sawan, yaitu panas meninggi dan menjadi rewel.
Sawan lainnya lebih banyak karena makanan, seperti yang saya contohkan di atas. Uniknya, bila si anak rewel, orang-orang tua akan langsung mengintrogasi ibunya untuk mengetahui makanan apa yang telah dikonsumsinya hari itu. Beberapa orang-orang tua percaya, jika misalnyasi ibu makan rujak pedas, maka dipercaya bila air susu si ibu tercemar oleh rujak tersebut.
Antisipasi dan penyembuhan penyakit ini boleh dibuilang unik. Bila si anak mengalami sawan kambing, maka biasanya tulang kambing sisa, harus dibakar hingga gosong untuk kemudian dicampur dengan minyak. Ramuan ini dipercaya dapat menyembuhkan panas dan perilaku rewel si anak.
Sedangkan pada kasus sawan manten, si ibu biasanya meminta sedikit bunga yang digunakan oleh kedua mempelai. Bunga tersebut dibawa oleh si ibu dengan mengikatkannya di ujung kain gendongan si anak.
Memang penyebab dan penyembuhannya tampak tidak masuk akal dan terkesan mistis. Namun itulah kepercayaan yang ada di masyrakat. Antara percaya tidak percaya deh. Mungkinkah ini yang disebut sebagai local wisdom?
Entahlah. Namun yang jelas, kedua anak saya saat balita cukup kebal dan tidak pernah terkena sawan walaupun ibunya tipe pemakan segala dan beberapa kali menghadiri resepsi pernikahan.



2.2 Gejala Sawan
Anak yang mengalami kejang-kejang alias sawan sering dipercaya akibat kesurupan atau ada makhluk halus yang mengikuti si anak. Padahal sawan berhubungan dengan aliran eletrik di dalam tubuhnya. Bagaimana memberikan pertolongan pertama pada anak yang sawan?
Sawan atau serangan tiba-tiba biasanya disebabkan oleh pelepasan aliran elektrik secara tidak normal di dalam otak dan berakibat terjadinya guncangan pada anak. Tingkat keparahan dari sawan ini berkisar dari hentakan beberapa otot di bagian tubuh hingga guncangan seluruh badan (grand mal seizure).Jika anak mengalami sawan yang parah biasanya menyebabkan anak jatuh dan menggeliat-geliat di lantai, bola mata bergerak ke atas, mulutnya berbusa, lidahnya tergigit serta anak kehilangan kesadaran beberapa waktu. Orangtua harus melakukan pertolongan agar lidah dan busa tidak menghalangi saluran udara yang membuat anak kekurangan oksigen.
Sebagian besar penyebab sawan adalah akibat demam tinggi yang dialami oleh anak-anak. Maka itu orangtua perlu waspada jika anaknya mengalami demam yang tinggi.
Ada baiknya mengendalikan demam agar suhunya tidak melonjak tinggi.
Otak bayi yang belum sempurna bisa bereaksi terhadap fluktuasi temperatur yang mendadak terjadi dengan munculnya kejang-kejang (sawan). Kenaikan temperatur yang cepat menjadi pemicu sawan. Balita paling mudah mengalami sawan ketika tubuhnya tiba-tiba panas hingga mencapai 41 derajat celcius. Anak di atas usia 5 tahun biasanya lebih tahan dari serangan sawan.Jika terjadi sawan pada anak beri pertolongan pertama dengan melakukan beberapa hal berikut seperti dikutip dari The Baby Book karangan William Sears dan Martha Sears, sebagai berikut:
1.    Membaringkan anak dengan aman di atas lantai dengan posisi telungkup atau miring, agar lidahnya menjulur ke depan dan lendir bisa mengalir keluar, sehingga tidak menghalangi masuknya oksigen ke dalam tubuh.
2.    Jangan memberikan makanan atau minum selama anak sawan.
3.    Jangan cemas jika bibir anak tidak berwarna biru dan anak masih bisa bernapas dengan normal.
4.    Bila bibir anak berubah menjadi biru atau sesak napas, berikan napas buatan dari mulut ke mulut setelah saluran udaranya dibersihkan.
5.    Singkirkan barang-barang yang berbahaya jika anak masih menggeliat-geliat di lantai.
6.    Jika panas anak tetap tinggi, bukalah bajunya dan gosokkan badannya dengna menggunakan handuk yang dingin untuk mengurangi temperatur yang meningkat secara tiba-tiba. Karena demam yang semakin parah bsia mengakibatkan lebih banyak serangan tiba-tiba.
Setelah sawan anak biasanya tenang kembali dan dapat tidur dengan nyenyak. Jika sawan terjadi akibat demam yang tinggi, maka perhatikan temperaturnya dengan seksama agar sawan tidak terulang kembali dan berilah obat penurun demam. Jagalah agar demam anak tetap terkendali dan segera ke rumah sakit jika demam tidak turun setelah beberapa jam.




2.3 Macam-Macam Sawan
Sawan demam
Sawan demam adalah:
•    sawan yang berlaku apabila suhu melebihi 380C.
•    ia biasanya berlaku pada hari pertama atau kedua demam.
•    pada kebiasaannya berlaku kepada mereka dalam lingkungan umur 6 bulan sehingga 6 tahun.
Sebab sawan demam: Demam terlalu tinggi, kebanyakannya berpunca daripada:
•    jangkitan bahagian atas salur pernafasan
•    atau jangkitan telinga (penyakit otitis media) dan lain-lain.
Jika sawan berlaku melebihi 15 menit, ia boleh mengakibatkan kecacatan otak.
30% sawan demam boleh berulang. Sawan demam juga berkait dengan keturunan. Sekiranya terdapat ahli keluarga yang pernah mengalami sawan demam semasa kecil, risikonya adalah tinggi.
Hanya segelintir kecil kanak-kanak yang mendapat sawan demam berulang-ulang dan berpanjangan berkemungkinan mendapat epilepsi.
Cara mengenali sawan demam:
•    Badan terasa panas.
•    Badan dan kaki tegang
•    Kaki dan tangan mungkin tersentak-sentak tanpa rangsangan
•    Mungkin terjatuh
•    Mulut berbuih
•    Terbuang air kecil
•    Tertidur dan tidak sedarkan diri seketika. Apabila terjaga juga kelihatan bingung seketika, kemudian kembali aktif.
Perkara yang harus dilakukan:
•    Lakukan mandi berjelum.
•    Tanggalkan pakaian, pakaikan baju nipis sahaja.
•    Berikan ubat demam (paracetamol) sebagaimana yang diarahkan
•    Pasangkan kipas atau beri peredaran udara yang baik.

Ketika sawan
•    Anda harus bertenang.
•    Mengiringkan badan anak anda
•    Jauhi barang-barang merbahayadi sekitarnya
•    jangan tinggalkan apa-apa di dalam mulut
•    Jangan tinggalkan anak anda bersendirian
•    Sekiranya serangan sawan berpanjangan melebihi 5 minit, bawa anak anda ke klinik dengan segera.

2.4 Penyembuhan Sawan
Sawan adalah kekuatan gaib yang suka mengganggu balita.Gejala balita yang kena sawan anak selalu menangis tidak mau diam dan tidak mau minum asi.Tentunya menghadapi hal yg begini sebagai orang tua kita bingung dibuatnya.Bila suatu saat anda menghadapi hal begini maka ada hal-hal yang perlu anda perhatikan.
Peganglah dan rabalah leher belakang si anak, bila leher belakang anak panas namun seluruh badanya normal dingin berarti si anak lehernya salah urat sebaiknya si anak segera dibawa ketukang urut anak.
Bila leher anak tidak panas dan seluruh badanya tidak panas namun dia slalu menangis dan tidak mau minum asi inilah yang dinamakan terkena sawan. Atau kadang sianak panas tinggi diobati panasnya tidak mau turun. Hal ini kalau tidak segera diatasi bisa mengakibatkan kematian jenis sawanpun bermacam-macam.
Sawan sapu angin Sawan sapu lebu Sawan sapu digdoyo.Yang kita bahas disini sawan yang paling ringan yaitu sawan sapu angin.Wl pun ini sawan yang paling ringan namun bila tidak segera tertolong anak bisa meninggal dengan ciri ada tanda kebiruan di bagian tubuhnya bahkan seluruh tubuhnya akan membiru saat kematian. Untuk menanggulanginya. Siapkan bahan-bahan berikut: daun dlingo 7lbr, bawang merah 1bj dan adas pulo waras setengah sendok.Bawang merah dibakar dulu sampe gosong luar dan dalam lalu lembutkan bersama daun dlingo dan adas pulo waras.Lembutkan ketiga bahan sampai benar2 lembut.Setelah lembut letakan ke 3 bahan tadi ke piring lalu berilah minyak kelapa 5 sendok.
Balurkan ke tubuh anak dari kepala sampai kaki dimulai dari bagian badan yang sebelah kiri baik bagian badan depan maupun bagian tubuh belakang yang sebelah kiri. Baru kemudian dibalurkan kesuluruh tubuh depan dan belakang. Tunggulah sekitar satu jam sianak akan tidur pulas dan tidak akan menangis lagi. Bisa ditambahkan doa lewat air putih dibacakan fatehah 7x. Ayat kursi 7x Al.Iklas 7x Alfalaq 7x Anas 7x Doa nurbuat 7x Setiap pembacaan tiupkan ke air lalu minumkan sianak sebagian airnya dibasuhkan kemuka anak sebagian untuk membasuh telinga dua-duanya sianak.
Membasuh telinganya seperti orang wudhu. Jangan dibiasakan anak diluar rumah waktu menjelang magrib dan sesudahnya. Jangan waktu matahari ditengah-tengah usahakan anak dirumah tdk diajak kemana-mana. Itulah sekilas cara penanganan sawan sapu angin yang agak sulit menangani sawan sapu digdoyo dengan ciri anak sering step wl badanya tidak panas.Sawan digdoyo justru yang harus ditangani adalah orang tuanya bukan anaknya.Maka biasanya kena sawan digdoyo sianak jarang selamat alias mati krn biasanya para ahli supranatural dan medis menangani si anak.padahal sumber sawan digdoyo bersumber dari orang tuanya.

2.5 Cara Mistik Pengobatan Penyakit Sawan
Pada jaman yang belum ada teknologi seperti sekarang ini, masyarakat masih terbatas dalam hal ilmu ke dokteran, leluhur kita punya cara sendiri dalam pengobatan pentakit sawan atau epilepsi, terlepas benar atau tidak dalam dunia medis akan obat dan penyebabnya, cara yang di gunakan leluhur kita dahulu tidaklah sia-sia, sampai sekarangpun di pedesaan pada umumnya masih menggunakan cara-cara tradisionil untuk mengobati sawan. Biasanya ilmu pengobatan sawan ini di kuasai oleh para dukun beranak, namun tidak semua dukun beranak menguasai ilmu pengobatan sawan ini. hanya dukun tertentulah yang menguasainya.


Pengobatan secara pemijatan, secara medis masih bisa di maklumi,kalau si dukun memang ahli pemijatan, maka ia akan mampu membuka simpul syaraf yang terganggu pada tengkuk bayi tersebut, Namun yang terkesan unik adalah ada cara pengobatan kuno yang mengandalkan mantra-mantra, Pengobatan dengan mantra memang sering di lakuakan oleh dukun-dukun jaman dahulu, sepintas lalu hal ini mungkin tidak bisa di terima akal, pasalnya bagaimana mungkin hanya dengan sebuah mantra dan sebuah ritual khusus bisa mengobati penyakit sawan, ketidak rasionalan ini pengobatan itu malah di pandang unik,kalau di sandingkan dengan dunia medis sangatlah jauh perbedaannya,namun hal ini hanya bisa di kaji dengan keyakinan seseorang yang menguasai mantra tersebut, dan yang paling penting sebuah terapi pengobatan adalah bisa menyembuhkan dari pewnderitaan penyakit yang menyerang.Berikut mantra penyembuh sawan yang sering di gunakan sungguhpun hal ini bukan untuk di aplikasikan namun sekurangnya untuk perbendaharaan pengetahuan mistik. 
Bunyi mantranya adalah sebagai berikut : Glica glici si jabang bayi kedadenane saka duduh peli kricak-kricuk si jabang bayi kedadenane saka duduh turuk,suruh kang ngewuh-ngewuh jambe kang ngawe-ngawe dlingo brambang kang dadi rowang, rep sirep ketiban iduku putih.
Prosesi pengobatan di lakukan di pelataran rumah, setelah baca mantra di atas si bayi yang sawanan lantas di tiup keningnya tiga kali, dan di ludahi tiga kali, baik bacaan manta dan prosesi pengobatan terkesan sangat sederhana, dan jauh dari jangkauan pemahaman pengobatan medis, namun kenapa leluhur kita dahlu menggunakan cara tersebut bahkan sampai sekarang di tulis dan di turunkan serta di ajarkan ke anak cucu mereka, mungkin pemahaman ilmu medis yang minim atau mungkin dalam lafal mantra terkandung satu kekuatan energi penyembuh yang dayanya sama dengan pengobatan medis, namun semua harus kita sadari bagaimanapun juga pengobatan secara apapun adalah cara, dan siapa tahu yang tidak masuk akal malah mujarab di pakai sebagai pengobatan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sawan atau serangan tiba-tiba biasanya disebabkan oleh pelepasan aliran elektrik secara tidak normal di dalam otak dan berakibat terjadinya guncangan pada anak. Tingkat keparahan dari sawan ini berkisar dari hentakan beberapa otot di bagian tubuh hingga guncangan seluruh badan (grand mal seizure).
Jika anak mengalami sawan yang parah biasanya menyebabkan anak jatuh dan menggeliat-geliat di lantai, bola mata bergerak ke atas, mulutnya berbusa, lidahnya tergigit serta anak kehilangan kesadaran beberapa waktu. Orangtua harus melakukan pertolongan agar lidah dan busa tidak menghalangi saluran udara yang membuat anak kekurangan oksigen.
Sebagian besar penyebab sawan adalah akibat demam tinggi yang dialami oleh anak-anak. Maka itu orangtua perlu waspada jika anaknya mengalami demam yang tinggi. Ada baiknya mengendalikan demam agar suhunya tidak melonjak tinggi.
Otak bayi yang belum sempurna bisa bereaksi terhadap fluktuasi temperatur yang mendadak terjadi dengan munculnya kejang-kejang (sawan). Kenaikan temperatur yang cepat menjadi pemicu sawan. Balita paling mudah mengalami sawan ketika tubuhnya tiba-tiba panas hingga mencapai 41 derajat celcius. Anak di atas usia 5 tahun biasanya lebih tahan dari serangan sawan.
3.2 Saran
Penulis merupakan mahasiswa yang masih menempuh pendidikan. Mohon kritikan dan saran untuk membangun kami agar lebih baik dalam pembuatan makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
www.fenomenakebudayaan.com
www.wikipidiasawan.com
www.yahooo.com
www.kompas.com
www.liputan6.com

0 komentar:

Poskan Komentar